RSS

SEJARAH HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA

13 Nov

Hubungan sains dan agama dari abad ke abad mengalami pasang surut. Ada masa saat islam dan sains terhubung secara harmonis ada pula konflik yang terjadi dalam hubungan islam dan sains. Contoh hubungan agama dan sains yang berlangsung harmonis pada masa kejayaan peradaban islam. Istilah sains dalam Islam, sebenarnya berbeda dengan sains dalam pengertian Barat modern saat ini, jika sains di Barat saat ini difahami sebagai satu-satunya ilmu, dan agama di sisi lain sebagai keyakinan, maka dalam Islam ilmu bukan hanya sains dalam pengertian Barat modern, sebab agama juga merupakan ilmu, artinya dalam Islam disiplin ilmu agama merupakan sains.

Banyak ilmuwan muslim dari tahun 700 M hingga Abad 13 M yang mengembangkan beragam ilmu pengetahuan, seperti astologi, astronomi, kedokteran, anatomi, optik, farmakologi, psikologi, ilmu bedah, zoologi, biologi, botani, mineralogi, metalurgi, sosiologi, hidrostatik, filsafat, puisi, musik, navigasi, sejarah, arsitektur, geografi, fisika, matematika, serta kimia.

Dalam Islam tidak dikenal pemisahan esensial antara “ilmu agama” dengan ilmu “ilmu profan”. Berbagai ilmu dan perspektif inteletual yang dikembangkan dalam Islam memang mempunyai suatu hirarki. Tetapi herarki ini pada akhirnya bermuara pada pengetahauan tentang “Yang Maha Tunggal” – Substansi dari segenap ilmu. Inilah alasan kenapa para ilmuawan Muslim berusaha mengintergrasikan ilmu-ilmu yang dikembangkan peradaban-peradaban lain ke dalam skema hirarki ilmu pengetahuan menurut Islam. Dan ini pulalah alasan kenapa para “ulama”, pemikir, filosof dan ilmuwan Muslim sejak dari al-Kindi, al-Farabi, dan Ibnu Sina sampai al-Ghazali, Nashir al-Din al-Thusi dan Mulla Shadra sangat peduli dengan klassifikasi ilmu-ilmu. Berbeda dengan dua klasifikasi yang dikemukakan di atas, yakni ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, para pemikir keilmuan dan ilmuwan Muslim di masa-masa awal membagi ilmu-ilmu pada intinya kepada dua bagian yang diibaratkan dengan dua sisi dari satu mata koin; jadi pada esesnsinya tidak bisa dipisahkan. Yang pertama, adalah al-„ulûm al-naqliyyah, yakni ilmu-ilmu yang disampaikan Tuhan melalui wahyu, tetapi melibatkan penggunaan akal. Yang kedua adalah al-„ulûm al-„aqliyyah, yakni ilmu-ilmu intelek, yang diperoleh hampir sepenuhnya melalui penggunaan akal dan pengalaman empiris. Kedua bentuk ilmu ini secara bersama-sama disebut al-„ulûm alhushuli, yaitu ilmu-ilmu perolehan. Isitilah terakhir ini digunakan untuk membedakan dengan “ilmu-ilmu” (ma‟rifat) yang diperoleh melalui ilham (kasyf).
Walau terdapat integralisme keilmuan seperti ini, setidaknya pada tingkat konseptual, tetapi pada tingkat lebih praktis, tak jarang terjadi disharmoni antara keduanya, atau lebih tegas lagi antara wahyu dan akal, atau antara “ilmu-ilmu agama” dengan sains. Untuk mengatasi disharmoni ini berbagai pemikir dan ilmuwan Muslim memunculkan klassifikasi ilmu-ilmu lengkap dengan hirarkinya.

Namun sejarah juga mencatat adanya konflik agama dan sains,yaitu pada saat teori-teori baru ditemukan oleh:
Galileo (Abad ke-15 M)
Newton (Abad ke-17 M)
Darwin (Abad ke-19 M).
Konflik antara agama dan sains ,khususnya di dunia Barat, telah dimulai pada masarenaisans sejak abad 15, ketika Galileo menentang paham geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi adalah pusat edar tata surya. Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton / masa sains modern).
Sejarah sains Eropa masa kebangkitan (abad 14 dan 15) mencatat bahwa sains muncul tidak hanya dalam rangka melepaskan hegemonik gereja sebagai institusi pemegang kekuasaan tertinggi, tetapi juga sebagai momentum transformasi sains ke dalam utilitas teknik (aplikasi nyata). Para ahli sejarah sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik). Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat itu. Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik deterministik (apabila kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara tepat).
Dampak Positif Paradigma Newton
Paradigma Newton : Revolusi Industri (Inggris, abad ke-17) dengan penemuan mesin tenun dan mesin cetak
Tahapan Industri : Mekanisasi (abad ke-17)
1.Energisasi (abad ke-18)
2. Optimalisasi (abad ke-18 s.d. ke-19)
3. Otomatisasi (abad ke-19 s.d. Ke-20)
Penciptaan Alam Semesta: Ada dengan tidak sendirinya
Sesuai dengan agama (alam semesta ada yang menciptakan)
Perbedaan Paradigma dalam Konsep Energi-Ruang-Waktu
Newton: Massa materi adalah kekal, ada dengan sendirinya dari dulu hingga sekarang (teori Steady State), sehingga ruang dan waktu adalah entitas yang terpisah
Einstein: Ruang dan waktu adalah entitas yang terkait satu sama lain menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi ruang-waktu. Tanpa ada ruang maka tidak akan ada waktu

Pada abad ke 19,adalah puncak konflik agama dan sain saat Charles Darwin memunculkan bukunya The Origin of Species (hanya dengan ‘menjejer dan mengurutkan’ tulang tengkorak berusaha menghubungkan secara evolusioner)
Ada 2 pendapat tentang teori ini,yaitu :
1. Kelompok pendukung teori Darwin (kalangan materialisme dan komunisme). Mereka berdalih bahwa teori tersebut merupakan pondasi atau dasar dari paham dan ajaran yang mereka anut. Tokoh yang paling terkenal dalam mendukung teori Darwin ini salah satunya adalah Karl Marx.
2. Kelompok penentang teori Darwin. Alasan mereka cukup beragam dalam penentangan terhadap teori tersebut. Diantaranya adalah Darwin terlalu berspekulasi terhadap teorinya sendiri, dan ini terlihat dalam bukunya (The Origin of Species). Adapun alasan yang lain adalah karena Darwin telah meniadakan keberadaan Sang Pencipta dalam penciptaan makhluk hidup itu sendiri.
Pertentangan di dalam teori Darwin ini sangatlah luar biasa di dunia barat hingga hampir akhir abad ke-20. Tak ayal, masih banyak ilmuwan yang mengkaji akan keabsahan teori ini. Karena sesungguhnya, ilmu pengetahuan yang ada dan dipelajari ini sepatutnya diiringi dengan meyakini akan keberadaan Tuhan. Hal ini sejalan dengan ungkapan manusia terpintar yang pernah ada, Albert Einstein yang menyatakan, “Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya: ilmu pengetahuan tanpa agama akan pincang” (Harun Yahya: 2001)

Masa Reda Konflik Agama dan Sains mulai berlangsung pada abad 21. Masyarakat dan ilmuwan mulai terbuka tentang isu-isu agama dan sains
Muncul paradigma baru dalam ilmu pengetahuan
mekanistik deterministik menjadi probabilistik relatifistik
Sesuatu memiliki banyak kemungkinan alternatif pemecahan persoalan Melahirkan ilmu-ilmu baru seperti material science, mikro elektronika, kimia fisika kuantum, astrofisika, dll.
Bahkan Ian G. Barbour (2002:47) mencoba memetakan hubungan sains dan agama dengan membuka kemungkinan interaksi di antara keduanya. Melalui tipologi posisi perbincangan tentang hubungan sains dan agama, dia berusaha menunjukkan keberagaman posisi yang dapat diambil berkenaan dengan hubungan sains dan agama. Tipologi ini berlaku pada disiplin-disiplin ilmiah tertentu, salah satunya adalah biologi. Tipologi ini terdiri dari empat macam pandangan, yaitu: Konflik, Independensi, Dialog, dan Integrasi yang tiap-tiap variannya berbeda satu sama lain, yang akan di bahas dalam pembahasan selajutnya
Sumber: Rusli, Ris‟an et. al. 2010. Panduan Penulisan Karya Ilmiah. Program
Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang.

Sabra, A.I. et. al. 2001. Sumbangan Islam kepada Sains dan Peradaban
Dunia. Nuansa, Bandung.

Salam, Abdus 1984. Ideal and Realities, Selected Essay of Abdus Salam.
Scientific Publishing Co.

http://futuresains.blog.com/2011/10/30/

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: